Owner Link Tales
Life is AWESOME
Cause this sweet is too bitter.
Tuesday, May 12, 2015 | 5/12/2015 09:18:00 PM | 0 wink
She know you don't want to care about them anymore, and so does she. She just want you to know this -untold- story. Only know.

One day, she was hurting herself by hurting him. Then she cried, and promised that this is the last. Because she wanted him to know immediately that it's impossible to stay in the same line. -cause too many gaps she couldn't open- That's why she wanted them to follow their own path. -that's the reason she changed, she felt so sorry- -she don't want to burdening him again- -she don't want he loved her too deep-
He also knew from the beginning that they're on completely different directions. However, he refused to believe that they're in complete dead end. But look at now... It really is a dead end. -she knew him all too well-
She'll give anything for him. Anything. Even it means he needs a freedom. Even she already knew why -she already knew what's going on since he thought everything's fine, when she shouldn't know it yet- She already knew everything completely, so when their eyes met that night. -yes, she knew what happened a day before-
In the following days she has gone crazy. -she was accustomed- He came to her dream every night, either as the maincast or a recuring character, and she always trapped on 2AM sadness -she told him everything in a wrong number, and then she realized that she has to stop-
Now... No, she don't hate him. No, she will not forget all the amazing memories they had together. But the happy ending of them is moving on. He going to be a chapter in the book of her life -and being a memorable one-
This is the last, and it's a special day. But they don't feel like it anymore.
I guess she will go home now. I guess she will go home.
Hmm
Sunday, January 11, 2015 | 1/11/2015 09:13:00 PM | 0 wink
Hari ini saya datang ke sebuah pernikahan tetangga saya. Sangat excited. Karena mbak yang nikah cantik................macem chelsea islan
Saya dibuat terharu dan berkaca-kaca karena larut dalam momen tadi. Kenapa? Yha jadi gini.

Kita flashback dari kejadian sekitar 4-5 tahun yang lalu.
Jadi ceritanya saya baru pulang sekolah. Tiba-tiba tetangga saya datang dan bilang "he onok seng mari tukaran" trus kutanya siapa, dan ternyata pacarnya mbak mbak cantik tukaran sama satu orang laki-lak tidak lain tidak bukan itu adalah orang ketiga...jeng jeng......... Ya tapi tetep aja langgeng sama pacarnya ini. Pacarnya ganteng. Putih. Keren. Yha begitulah.
2013. Mbaknya sudah sarjana S1. Pacarnya masih setia menemani.
Suatu hari di tahun 2013, pacarnya bilang kalau mau ikut pendakian di gunung rinjani. Dia ikut, diajak temennya. Padahal dia ga pernah ikut pendakian sebelumnya.
Dan kemudian petir menyambar dia, lalu dia jatuh dan meninggal. Saya nda mbayangin perasaan mbaknya pas itu.
Taun ini mbaknya nikah. Dengan keadaan sudah S2 juga. Nikah sama orang bali. Punya penginapan. Kaya. Tapi yha sorry to say, wajahnya tak seberuntung hartanya. Mereka berdua hanya pacaran 2 minggu, yang cowok langsung ngajak nikah. Anda tau? Suaminya ini masih saudara sama pacarnya mbaknya yg meninggal. Dan suaminya ini ternyata juga sudah lama suka sama mbaknya.
Saya barusan nyetalk path nya mbaknya. 3 bulan lalu dia masih ngepost foto nyekar ke makam pacarnya, padahal 3 bulan lalu dia juga lagi sibuk nyiapin pernikahannya yg sekarang. Di post yg sebelumnya dia bilang "how are you?". Rasanya saya enda kuat ngeliatnya.
Saya tau kok mb. Yaopo yaopo she can't unlove him. Yakin. 1000000000%. Yaopo carane a. She can't unlove him.
Yoopo yoopo pacarnya mbaknya itu cinta sejatine. Dikapak kapakno yo tetep ae setia.
Andaikan saya seberuntung dia. Meskipun harus kehilangan, dengan cara seperti itu. Saya ingin merasakan dicintai dengan orang yg hanya mencintai satu orang saja. Apapun yang terjadi. Dan sampai kapanpun.
Di resepsi tadi saya juga mikir sambil berkaca kaca, mikir "sama siapa ya nanti. menghabiskan sisa hidup sama satu orang saja. mencintai dengan tulus untuk satu orang saja, selamanya"
Mas ketahuilah, she can't unlove you.
Ya begitulah mz.
Sunday, December 14, 2014 | 12/14/2014 11:17:00 PM | 0 wink
Halo, saya kembali.
Banyak hal yang sudah saya lewati.
Tapi belum sempat saya ceritakan. Lebih ke tidak sempat dan tidak menyempatkan sih. Banyak kegiatan. Dan sering juga mikir 'etdah buat apa juga nulis di blog. Kyk org gabut. Mending ngapain kek' ya begitulah.
Saat ini saya gatau gimana. Perasaan gak karuan aja. Ya gimana ya. Saya tuh dipaksa mengorbankan perasaan saya sendiri.
Kalau saya bilang gakmau ya gakmau. Sudahlah. Anda tidak pernah menjadi saya.
Saya sudah lelah berjuang. Berjuang untuk hal yang di akhirnya juga dianggep ya begitulah.

Mungkin ga banyak yg tau kalau ini sudah ke.....zekian kali. Saya sudah sampai di titik ini (lagi mas) saya nggak mau mengorbankan waktu dan perasaan saya (lagi). Eits.... Untuk hal yang sudah bertahun tahun dan tetap saja ga ada pengakuan. Ya begitulah. Ga bisa terlalu gimana juga. Karna ketahuilah bahwa sebuah penghargaan itu selalu berbanding lurus dengan adanya sebuah pengakuan. Kalau mau dihargai ya harus diakui dulu. Bisa apa. Ya bisanya nyerah. Karna yang diajak berjuang pun udah ga bisa diperjuangin buat jalan bareng nyari sebuah pengakuan.

Hari ini ada sesuatu yang sangat meyayat hati saya. Sangat dalam. Terimakasih.

Jangan pernah paksa saya untuk mencintai siapapun.
Saya tau yg baik untuk saya.
Bukan hanya tentang materi.
Tapi juga tentang hati.


I just hate everything.
Monday, January 20, 2014 | 1/20/2014 04:14:00 PM | 0 wink
Entah apa yang aku pikirkan. Semua terlihat salah. Aku membenci segalanya yang aku miliki. Aku telah sampai dimana titik jenuh dari sesuatu yang dinamakan kehidupan. Tapi, tidak ada satu bulir pun air mata yang jatuh untuk semakin mendramatisir keadaan ini. Hah membuang tenagaku saja. Aku tau apa yang benar-benar aku inginkan saat ini, dan aku tak mengatakannya kepada siapapun. Karna aku tahu, tidak ada satupun orang yang dapat mewujudkan itu untukku, sekarang. Atau mungkin di kemudian hari, itu tak kan pernah terwujud.
Pulang sekolah. Dengan perasaan terpaksa dan malas aku melangkahkan kakiku ke parkiran. Aku malas pulang, tapi sungguh..itu lebih baik daripada aku harus bertemu dan berbincang dengan seseorang. -akhir-akhir ini memang aku sedang ingin sendiri, tapi orang-orang itu tak mengijinkannya.
Hari ini, menyetir terlihat begitu memuakan. Kalau boleh, aku akan menjatuhkan sepeda motorku ke aspal, lalu aku mulai merasakan tumpukan kapuk dan sesaat setelah aku membuka mata, aku sudah berada di rumah -itu fantasi yang tak kan pernah terjadi. Bukan kali ini saja aku menyetir dengan keadaan melamun, tapi mungkin baru kali ini aku menyetir sambil melamun bermenit-menit. Sampai akhirnya aku menerobos lampu merah sepersekian detik. Hanya sepersekian detik. Dan sepersekian detik berikutnya dari kanan kiriku sudah siap mobil dan motor yang mulai menerkam jalan.
Hari ini aku begitu menyedihkan. Seperti hari minggu kemarin.
Tapi, terimakasih madu-nya. Lebih manis dari gula yang aku minta. Sayangnya, madu itu begitu cepat menghilang dan kembali rasa yang buruk itu datang menjemputku.
You're (still) my favorite.
Tuesday, January 7, 2014 | 1/07/2014 07:05:00 PM | 0 wink
Aku mencintaimu memang tanpa alasan, sesederhana itu. Tapi aku ngga mau caraku mencintaimu sesederhana itu. Aku ga mau kamu se-apa adanya dirimu.

Apa adanya? Masih mau terus bergulat dengan alasan sampah itu? Siapa yang mau hidup menua bersama orang yang bangga atas kekurangannya? Yang memelihara kekurangannya tanpa berusaha merubah? Think big. Jangan munafik.
Sayang. Kamu tau? Sebenarnya....Aku tak pernah mencintaimu se-apa adanya itu. Aku marah, aku cerewet, karna aku mau kamu lebih baik. Aku mau kamu menghilangkan hal-hal yang membuat orang lain tidak nyaman. Kalau kamu males belajar, males mbantu orang tua, apakah pantas aku mencintai orang se-apa adanya itu?
Kekuranganmu. Dengan adanya aku, aku berharap kamu bisa merubahnya untukku, untuk masa depan. Kita.
Kelebihanmu. Sebagai tombak acuanku untuk terus berusaha merubah kurangku. Karna aku tak mau, anugrah lebihmu tercacati oleh kurangnya diriku, karna aku dan kamu adalah Kita.
Kita. Saling melengkapi. Kurangku yg tertutupi oleh lebihmu yg terus memperdulikanku..dan sebaliknya. Ya. Itu namanya saling melengkapi. Bukan kamu rajin, dan aku malas lalu aku tak merubahnya. Mau ditaruh mana harga diriku jika aku tidak lebih rajin darimu? Aku punya malu. Lebihmu yang perlahan merubahku.
Sayang. Maaf jika perkataan dan perlakuanku menyakiti hatimu. Aku terlalu takut dirimu menjadi orang yang sama skali tak kukenal. Aku marah kau menjadi orang lain. Aku marah karna aku mau kau kembali menjadi dirimu. Aku selalu marah marah dan marah, mengingatkan mengingatkan dan mengingatkan. Tapi saat kau benar-benar jadi orang lain dan ya...berperilaku.... kau tau sendiri. Aku hanya bisa diam....dan menangis. Kau melakukannya. Gelasnya pecah. Dan, Bismillah. Kita sudah punya gelas yang baru.
Sayang. Aku kira kamu juga sudah cukup dewasa untuk mengerti apa arti apa adanya. Aku bukanlah orang yang tidak mau menerima kurangmu, tapi aku hanya ingin kita saling mengoreksi, agar lebih baik. Agar tidak ada matahari yang lain. Faham kan? Matahari. Bagimu, bagiku pun itu cuma satu. Tidak  ada yang sempurna memang, tapi apa salahnya meminimalisir kekurangan demi orang yang dipilih untuk hidup menua.
Terimakasih karna sudah mencintaiku tidak sesederhana itu. Aku akan terus membutuhkan ocehanmu dari A sampai Z. Jangan pernah lelah menegurku. Jangan pernah lelah membuatku lebih baik.
Rubahlah aku menjadi orang yang lebih baik, lebih dan lebih. Daripada aku harus menerima kenyataan saat kau memilih lebih itu dari yang lain. Aku hancur.
Terimakasih telah mengajarkanku arti menghargai. Tapi akan lebih elok jika kau lebih dulu mengajarkanku arti konsisten karna menghargai komitmen.
Aku harap Allah mengizinkan kita saling mengoreksi sampai salah satu dari kita tak bisa lagi saling bersentuhan.
Selamanya itu lama sayang. Aku tau, kamu tau. May Allah bless our happiness. Bismillah
"Jodoh itu emang di tangan Allah. Tapi kalo kita ga berusaha biar orang yang dihatimu itu jodoh. Ya mau sampe kapanpun tetep ga jodoh.", katamu.

Aku nulis ini sekitar 8 bulan yg lalu. Setelah berbagai hal yg kita lalui 8 bulan ini. Entah. Kata ini masih saja terus berlaku.
"Meet you is a magical things that i ever had. Love you, have you make my world more brightness. We stack the minus and plus become plus plus. The black and white become colorful. I'm awesome happy. I know it's too early to say if. I wanna be your wife. The last love in your life. The first thing you see when you open your eyes in the morning. Your sad. Your happiness. Your sun. Your moon. Your everything. Haha it's funny? Or sounds crazy and childish? Whatever they say! I love you! Really love you. May Allah bless our happiness
Hi toxic.
Monday, December 23, 2013 | 12/23/2013 10:00:00 AM | 0 wink
Everyone is already pour toxic. Kedatangan orang yang gak diundang dan selalu ikut campur itu malah ngebuat masalah baru. Entah kenapa orang yang udah ngeberi saran kayak gitu duluan malah kena semprot keselnya. Dari dulu, aku mengingatkan kamu harus melangkah yang seperti apa, kamu berhentio. Dan melanjutkannya dengan matahari baru. Tapi jika kamu butuh aku, ya datengo. Tapi kamu memilih untuk melanjutkan , dan aku bilang baik-baik toh akang, kalo gitu jalanin aja dulu. Kalo hasil akhir nya nyenengin ya alhamdulillah, kalo ga nyenengin ya dibuat pelajaran. Ya itu konsekuensi dari melanjutkan. Terus siapa juga yang nglarang kamu deket orang lain? Sok atuh silahken. Aku mah ikut seneng kalo gitu. Dari awal kan aku juga sudah bilang gakmau kamu sakit, eh dilanjutin terus. Baru kalo diingetin sama orang lain yang gatau apa-apa malah kepengaruh. Ya cuma bisa sabar. Bersyukur masih diberi kayak beginian sama Allah. Entah terserah apa kata orang diluar sana. Entah juga terserah apa katamu. Aku itu nggak mau semua yang deket sama aku itu tersakiti padahal dia gak pernah nyakiti aku. Mohon maaf kalo terkadang usahaku ngebuat semuanya seimbang masih aja kurang.
Silahkan yang menganggap aku terus-terusan salah. Silahkan aja yg masih terus-terusan berusaha biar semua nganggep aku salah. Ya begini nasib deh nasib haha
Jadi orang tuh jangan serius-serius amat lah. Sante aja dikit. Bawaannya jangan bebaaaannnnn teruuusssss. Diulang ya. Kalo kamu milih melanjutkan. Jalanin aja dulu. Kalo hasil akhir nya nyenengin ya alhamdulillah, kalo ga nyenengin ya dibuat pelajaran. Lagi.....keterbukaan itu bisa cepet nyairin suasana dan masalah.  Sekian
Everyone can hurt me. Everyone can mocking whatever they want if they feel more perfect than me.
Take a ride. Not only word.
Friday, December 20, 2013 | 12/20/2013 03:10:00 PM | 0 wink
Yang slalu ngingetin makan kalah sama yang langsung ngasih makan.
Yang cuma ngingetin "gws" kalah sama yang ngrawat ampe sembuh.
Yang slalu ngucapin "take care dijalan" kalah sama yang nganterin ampe tempat tujuan.
Yang bilang jangan ujan-ujan kalah sama yang bawain payung dan nganter pulang.
Yang bilang pake o jaket kalah sama yang langsung ngasihin jaket.
Yang bilang "semangat" kalah sama yang ndukung dan nemenin ampe sukses.
Yang bilang "selamat ngerjain tugas' kalah sama yg ngebantuin ngerjain.
Yang janji nemenin selamanya kalah sama yang bener-bener dateng dan selalu ada.
YAUDAH INITINYA GAUSAH BANYAK BACOT! MBOH

Older Post
rawrr!
Hello, welcome to my blog. No annoyed words here okay. Haters? Go away! I don't need you at all.

Walkie Talkie
Place Shoutmix here :D
Width : 200

Big Thanks
Skin By Cikin
Edited By Intan.