Hmm
Sunday, January 11, 2015 | 1/11/2015 09:13:00 PM | 0 wink
Hari ini saya datang ke sebuah pernikahan tetangga saya. Sangat excited. Karena mbak yang nikah cantik................macem chelsea islanSaya dibuat terharu dan berkaca-kaca karena larut dalam momen tadi. Kenapa? Yha jadi gini.
Kita flashback dari kejadian sekitar 4-5 tahun yang lalu.
Jadi ceritanya saya baru pulang sekolah. Tiba-tiba tetangga saya datang dan bilang "he onok seng mari tukaran" trus kutanya siapa, dan ternyata pacarnya mbak mbak cantik tukaran sama satu orang laki-lak tidak lain tidak bukan itu adalah orang ketiga...jeng jeng......... Ya tapi tetep aja langgeng sama pacarnya ini. Pacarnya ganteng. Putih. Keren. Yha begitulah.
2013. Mbaknya sudah sarjana S1. Pacarnya masih setia menemani.
Suatu hari di tahun 2013, pacarnya bilang kalau mau ikut pendakian di gunung rinjani. Dia ikut, diajak temennya. Padahal dia ga pernah ikut pendakian sebelumnya.
Dan kemudian petir menyambar dia, lalu dia jatuh dan meninggal. Saya nda mbayangin perasaan mbaknya pas itu.
Taun ini mbaknya nikah. Dengan keadaan sudah S2 juga. Nikah sama orang bali. Punya penginapan. Kaya. Tapi yha sorry to say, wajahnya tak seberuntung hartanya. Mereka berdua hanya pacaran 2 minggu, yang cowok langsung ngajak nikah. Anda tau? Suaminya ini masih saudara sama pacarnya mbaknya yg meninggal. Dan suaminya ini ternyata juga sudah lama suka sama mbaknya.
Saya barusan nyetalk path nya mbaknya. 3 bulan lalu dia masih ngepost foto nyekar ke makam pacarnya, padahal 3 bulan lalu dia juga lagi sibuk nyiapin pernikahannya yg sekarang. Di post yg sebelumnya dia bilang "how are you?". Rasanya saya enda kuat ngeliatnya.
Saya tau kok mb. Yaopo yaopo she can't unlove him. Yakin. 1000000000%. Yaopo carane a. She can't unlove him.
Yoopo yoopo pacarnya mbaknya itu cinta sejatine. Dikapak kapakno yo tetep ae setia.
Andaikan saya seberuntung dia. Meskipun harus kehilangan, dengan cara seperti itu. Saya ingin merasakan dicintai dengan orang yg hanya mencintai satu orang saja. Apapun yang terjadi. Dan sampai kapanpun.
Di resepsi tadi saya juga mikir sambil berkaca kaca, mikir "sama siapa ya nanti. menghabiskan sisa hidup sama satu orang saja. mencintai dengan tulus untuk satu orang saja, selamanya"
Mas ketahuilah, she can't unlove you.


