Ini sudah menjadi realita..
Sunday, August 26, 2012 | 8/26/2012 01:23:00 PM | 0 wink
Sendiri... Aku benar-benar merasakan rileks dan sangat tenang..
12:24, hingga jam segini belum ada yang bisa membuatku tersenyum. Mau marah juga sama siapa?! Aku hanya bisa diam. Selesai dari seleksi petugas upacara di balai kota tadi suasana hatiku mendung, sangat teduh dan abu-abu. Aku belum merasakan kebahagiaan hari ini. Kau, juga menghilang dari kemarin. Dan sejenak pikiranku tertuju pada KFC, aku rasa aku perlu untuk kesana, aku perlu sendiri dan menikmati keteduhan ini. Ditemani Laptop, Blackberry, segelas pepsi dan oriental bento, aku merasa tak sendiri. Ditambah lagi dengan alunan musik yang disambi membaca novel membuatku lebih tenang dan santai. Seperti biasa, check twitter itu sudah hal wajib, dan tiba-tiba pandanganku terhenyak pada salah satu tweet di timeline. Heii, itu kamu! Kamu OL! Ohmagaaa. Terus aku ini kudu lapooo, ikut on terus.. Aa terus gimanaaa...... Masak tak mention? Aa aku maunya dia aja yg duluan. Duh gatau wes haha.
Sekejap mataku tertuju pada kedua pasangan di depanku, apa sih artinya romantis? Apa seperti ini? Apa mereka ngga malu? Ini sangat hot. Sampek sampek pingin nyiram air panas ke muka nya biar tambah hot, biar dia nyadar kalo nanti DiSana dia malah lebih merasakan hot dari ini. Ngga mau ngerusak mood, dari awal sampe sekarang aku malingin wajah dari tempat duduk mereka. Aku menikmati pemandangan klasik dari balkon atas. Dibawah itu jalan terus ada banyak mobil dan motor gitu deh. Aku kembali lagi ke arah Leptop, twitteran, yaa begitulah.. Sesaat kemudian ada 3 cewek yang dateng tanpa kuketahui siapa mereka. Tunggu.. sepertinya aku mengenal 2 diantaranya. Oh tentu! Mereka adalah alumni dari smp ku! Betapa terkejut nya aku saat mengetahui mereka menyalakan sebatang barang yg disulut oleh api kecil. Ya tuhan, apakah separah ini keadaan mereka? Aku kasian.. Mereka mau jadi apa nantinya? Apakah mereka gak memikirkan masa depan mereka? Ibu dan Ayah mereka yg slama ini membiayai kehidupan mereka apakah juga tak terlintas dipikirannya? Aku kasian. Sangat kasian..
Akupun berkata dalam hati.. Kehidupan seperti ini sudah menjadi realita. Aku hanya duduk disini, diam, dan hanya mengurusi urusanku sendiri. Tapi saat aku membuka mata untuk melihat di luar sana, aku telah melihat betapa buruknya mereka-mereka itu. Aku tak lupa memohon dalam hati, semoga Engkau selalu melindungiku, agar aku tak terjebak di dalamnya. Amin


