Owner Link Tales
Life is AWESOME
Ketika kau di hadapanku
Friday, June 1, 2012 | 6/01/2012 07:28:00 PM | 0 wink
Saat semua mulai menghilang, saat itulah kau kembali kehadapanku.

Pukul 4 sore, aku latihan paduan suara, akhir-akhir ini latihan sering nemen masuk buat acara perpisahan kelas 9. Berjalan netral....
Latihan jam 4, guru ne dateng setengah 5. Gak kaget, karna ngaret sudah menjadi hobinya.
Pak Bambang guru padsu sudah dateng, aku sama anak-anak langsung menuju ke ruang musik buat latihan.
Langkahku tiba-tiba terhenti. Aku melihat sesuatu diantara beberapa orang yang lewat di jalan, dan sesuatu itu begitu berkilau. Ia menatapku, aku menatapnya. Tanpa sadar aku manggil namanya, sebut saja Iyyuh. 'Yuuuuh' pintaku. Dia membalas dengan lambaian tangan dengan diiringi senyuman. Kau begitu manis, jeritku dalam hati. 
Aku langsung memalingkan pandangan, cukup bagiku untuk melihatmu di keadaan seperti 'ini'.
Mereka tiba-tiba berhenti, dan salah satu dari temannya memanggilku. Mau tidak mau, aku harus menatap ke arah mereka dan anak itu lagi, asdfghjkl anak itu melambaikan tangan sambil berkata 'Sinio', dia menyuruhku untuk ke arahnya, sepertinya ada hal yang mau dibicarakan. Aku menemuinya..
Tapi aku tak berani menatap matanya, dari dulu aku masih sama..
''Salaman dikek'', kata dia. Tanganku berkeringat dingin, sama seperti disaat dia pertama kali akan menggandengku. Aku nervous, saat bertemu, dia selalu menatapku dengan tatapan begitu, aku takut aku meleleh, karna kau begitu mempesona. Aku menolak bersalaman dengannya. Tapi ia bilang ''Gpopo'' . Well, ini sama plek kayak dulu, pas aku nolak gandenganmu karna tanganku berkeringat dingin, dia juga berkata begitu. Aku tak dapat menghindarinya, kita salaman. Slow motion terjadi, jantungku berdegup kencang, aku terus bertanya-tanya kenapa aku begini. Aku tak mau tau.. 
Disini aku merasakan kehangatan. Hangat sekali, dan aku nyaman. Tapi aku sadar, mungkin dia tak merasakan sepertiku. Setelah salaman kita mengobrol kecil, dia mengawali ''Kate lapo?'' | Latihan piano, wes yo | Ati2 | Iyo
Aku kembali berjalan kedalam, temenku minta dianterin beli keluar. Mau gak mau, harus lewat gerombolan mereka. Aku gak mau menoleh ke arahnya, aku takut 'sesuatu' akan terjadi 'kembali'. Tapi, tiba-tiba dia bilang ''sombong'', gak mau di cap sombong, aku say hay. Meskipun just hay, tapi ikhlas kok.
Sesudah nganterin beli, gerombolan mereka gakjuga pergi. Aku kudu lewat lagi, tarik nafas, buang.. Aku gak mau hal norak terjadi saat lewat di depannya. Aku lewat sambil berkata 'Dikekan' temen-temennya njawab 'Iyo', dan dia satu-satunya yang bilang 'Ati-ati' , aku menjawab 'Iya'. Ia mengulangi 'Ati ati lo' , dan sekali lagi aku menjawab 'Iyaaa' dengan disambi senyum simpul. Salah satu dari temannya bilang, dengan gerakan berbisik dan berkata sangat pelan 'Balikan'. Aku berjalan sambil merasakan seperti ada sesuatu yang meledak, dan skali lagi aku gak mau tau itu apa..
Tak ada yang tau, saat itu, aku benar-benar ingin menangis..... Aku ingin menangis....
Aku seperti dipermainkan.... Dan aku masuk ke permainannya.. 
Aku takut, perasaanku benar-benar akan menjadi nyata.
Aku tak takut disakiti, aku hanya takut tak bisa melupakannya. Masa-masa melupakan lebih sakit dari pada masa-masa mencintai. 
Mencintai begitu mudah, tak seperti melupakan. 
Melupakan orang yang benar-benar kita cintai, adalah hal hebat yang bisa kulakukan.
Tapi, usaha dan keberhasilanku seakan sia-sia.
Semua perlahan kembali. Karna dirimu...
Aku terus terbelenggu dalam ketidak jelasan ini. Aku tak tau apa penyebab ketidak jelasan ini. 
Apa ini salahku yang masih selalu ingat hal-hal kecil yang kita lakukan? Apakah ini salahmu, yang seakan menyeretku lagi ke masa lalu?  Ini ambigu. Nggak jelas..


Older Post | Newer Post
rawrr!
Hello, welcome to my blog. No annoyed words here okay. Haters? Go away! I don't need you at all.

Walkie Talkie
Place Shoutmix here :D
Width : 200

Big Thanks
Skin By Cikin
Edited By Intan.